Pemkab Kapuas Target Bangun Bundaran Simpang 5 Timpah 2027, Atasi Macet dan Rawan Laka
KUALA KAPUAS – Penataan Kota Timpah terus dipacu oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas dengan memfokuskan pembangunan bundaran di titik strategis Simpang 5 Lungkuh Layang.
Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai titik padat arus lalu lintas sekaligus rawan kecelakaan, sehingga membutuhkan penanganan infrastruktur yang lebih optimal.
Bupati Kapuas, HM Wiyatno, menegaskan proyek ini menjadi bagian penting dalam upaya menata wajah kota agar lebih tertib, aman, dan representatif.
Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja ke Kecamatan Timpah di sela agenda ke Lawang Kamah.
“Insya Allah pembangunan bundaran ini kita targetkan bisa direalisasikan pada 2027. Desainnya juga sudah disiapkan, mengacu pada konsep hasil sayembara sebelumnya,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, bupati turut didampingi Sekda Kapuas Usis I Sangkai, Wakil Ketua I DPRD Kapuas Yohanes, Wakil Ketua II DPRD Kapuas Berinto, anggota DPRD Kapuas H Didi Hartoyo, serta anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Yohanes Fredy Ering.
Menurut Wiyatno, pembangunan bundaran di Simpang 5 Lungkuh Layang tidak hanya bertujuan untuk memperlancar lalu lintas, tetapi juga menjadi pintu masuk penataan kawasan ekonomi.
“Dengan adanya bundaran, kawasan ini bisa ditata lebih rapi dan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama UMKM dan pertokoan di sepanjang Jalan Timpah menuju Lawang Kamah, akan berkembang lebih terarah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti posisi strategis Timpah sebagai jalur penghubung lintas daerah. Arus kendaraan dari Barito Selatan, Barito Timur, Muara Teweh, Puruk Cahu hingga Kalimantan Selatan melintasi kawasan tersebut, sehingga volume kendaraan tergolong tinggi.
Kondisi ini, lanjutnya, menuntut penataan infrastruktur yang memadai, terutama di Simpang 5 Lungkuh Layang yang kerap mengalami kepadatan dan memiliki tingkat risiko kecelakaan cukup tinggi.
“Harapannya, dengan pembangunan bundaran ini, kemacetan dapat diurai dan potensi kecelakaan bisa ditekan,” tegasnya.
Pemkab Kapuas optimistis penataan ini akan membawa perubahan signifikan bagi Kota Timpah, menjadikannya kawasan yang lebih tertib, aman, serta berkembang sebagai simpul strategis di Kalimantan Tengah.








