Amplas Kotim Ancam Aksi Besar, Tuntut Realisasi Plasma 20 Persen dari Perusahaan Sawit
SAMPIT – Aliansi Masyarakat Plasma (Amplas) Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan tekanan kepada pemerintah daerah terkait belum jelasnya realisasi kewajiban plasma 20 persen oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Ketua Amplas Kotim, Audy Valent, menegaskan pihaknya siap menggelar aksi besar-besaran apabila komitmen pemerintah tidak segera diwujudkan.
Bahkan, Amplas menyatakan akan “menjemput” bupati agar turun langsung ke lapangan menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Jika Bapak Bupati tidak melaksanakan itu, kami akan mendatangi Pemda untuk menjemput beliau agar segera turun ke lapangan,” tegasnya, Senin (6/4/2026).
Audy mengungkapkan, sebelumnya bupati telah menyampaikan komitmen untuk memimpin aksi bersama koperasi guna menghentikan operasional pabrik apabila perusahaan tidak menjalankan kewajibannya.
“Bapak Bupati pernah menyampaikan, jika ini tidak dilaksanakan, beliau akan memimpin seluruh koperasi turun ke lapangan untuk menghentikan kegiatan pabrik. Itu yang kami tunggu,” ujarnya.
Namun hingga saat ini, langkah tegas tersebut belum terlihat, sehingga menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat.
Amplas yang terdiri dari puluhan koperasi mengaku siap mengerahkan ribuan anggota untuk turun ke jalan. Tercatat sebanyak 12.439 anggota dari 32 koperasi telah menyatakan kesiapan mengikuti aksi.
“Kami sebenarnya sudah hampir melaksanakan aksi tersebut, namun sempat ditunda. Meski begitu, kemungkinan untuk kembali menggelar aksi tetap terbuka,” tambahnya.
Aksi ini direncanakan sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah daerah dan perusahaan agar segera memenuhi kewajiban plasma yang dinilai sebagai hak masyarakat.







