METRO PKY ONLINE – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya mengimbau panitia pelaksanaan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi untuk tidak menggunakan kantong plastik hitam saat membagikan daging kurban kepada masyarakat.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Palangka Raya, Eko Hari Yuwono, Rabu (27/5/2026).
Menurut Eko, penggunaan plastik hitam untuk membungkus makanan, termasuk daging kurban, berpotensi membahayakan kesehatan karena umumnya berasal dari bahan daur ulang yang belum tentu memenuhi standar keamanan pangan.
“Pada saat penyembelihan kurban nanti, panitia diimbau menyediakan wadah ramah lingkungan seperti bakul purun, besek bambu, daun pisang, daun pandan, atau setidaknya tidak menggunakan kantong plastik hitam,” ujarnya.
Ia menjelaskan plastik hitam berpotensi mengandung zat kimia berbahaya seperti karbon, logam berat, hingga residu limbah industri yang dapat berpindah ke makanan, terutama jika digunakan dalam kondisi panas atau dalam waktu lama.
Menurutnya, paparan zat tersebut dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan, termasuk memicu gangguan organ tubuh, gangguan hormon, hingga penyakit kronis.
“Penggunaan plastik hitam untuk pangan dapat meningkatkan risiko paparan zat karsinogenik yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” katanya.
Pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Kalampangan tersebut menambahkan masyarakat sebaiknya menggunakan kemasan food grade atau wadah alami yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Selain menjaga kesehatan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai pada momentum Hari Raya Idul Adha.
“Momentum Idul Adha juga harus menjadi sarana edukasi publik untuk menerapkan pola hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Eko juga mengingatkan panitia kurban agar menjaga kebersihan lingkungan di lokasi penampungan maupun penyembelihan hewan kurban guna mencegah pencemaran dan gangguan kesehatan masyarakat.
Ia menilai penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam jumlah besar saat pembagian daging kurban berpotensi meningkatkan timbunan sampah plastik yang sulit terurai.
“Kondisi ini tentu berdampak terhadap pencemaran lingkungan karena plastik sekali pakai sangat sulit terurai,” katanya.
Karena itu, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar untuk menggunakan kemasan alternatif yang lebih aman, sehat, dan ramah lingkungan dalam pelaksanaan kurban tahun ini.



















