METRO PKY ONLINE – Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat kembali ditunjukkan Badan Pemadam Kebakaran Swakarsa (BPK) Kamboja Palangka Raya. Organisasi sosial kemasyarakatan tersebut bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait kabel WV berukuran besar yang menjuntai rendah dan mengganggu akses masuk menuju SMP Al Amin di Jalan Marina Permai IV, kawasan RTA Milono, Selasa (2/6/2026).
Kondisi kabel yang melintang di atas jalan itu dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan, khususnya kendaraan berukuran besar yang setiap hari melintas di kawasan tersebut. Selain berpotensi tersangkut kendaraan, kabel yang menjuntai juga dinilai dapat memicu kecelakaan lalu lintas apabila tidak segera ditangani.
Ketua BPK Kamboja Palangka Raya, Sucipto, S.Sos, mengatakan laporan tersebut diterima setelah warga mengaku kesulitan mendapatkan respons dari pihak terkait meskipun permasalahan itu telah disampaikan sejak sehari sebelumnya.
“Masyarakat menghubungi kami karena khawatir terjadi kecelakaan. Setelah menerima laporan, kami langsung menurunkan anggota untuk melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi,” kata Sucipto.
Sesampainya di lokasi, tim menemukan kabel memang berada pada posisi rendah dan menghalangi ruang bebas kendaraan yang melintas menuju kawasan sekolah maupun permukiman warga sekitar.
Dipimpin langsung oleh Sucipto, personel BPK Kamboja kemudian melakukan tindakan darurat dengan mengikat serta meninggikan kabel agar tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurut Sucipto, keberadaan kabel yang menjuntai tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Jika tersangkut kendaraan besar, bukan hanya kabel yang rusak, tetapi juga dapat menyebabkan kecelakaan bahkan membahayakan masyarakat di sekitar lokasi. Apalagi ini berada di lingkungan sekolah yang setiap hari ramai dilalui pelajar dan warga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama sehingga BPK Kamboja merasa perlu turun tangan membantu meskipun persoalan tersebut bukan menjadi kewenangan langsung organisasi yang dipimpinnya.
“Kami hadir karena ada kebutuhan mendesak di masyarakat. Prinsip kami adalah membantu semampunya selama itu berkaitan dengan keselamatan warga,” tegasnya.
Proses penanganan berlangsung sekitar satu jam hingga kabel berhasil diamankan dan akses jalan kembali normal. Setelah dilakukan pengikatan dan penyesuaian ketinggian, kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas tanpa hambatan.

Sucipto berharap instansi terkait dapat segera melakukan perbaikan permanen agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan umum. Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula dapat ditangani sebelum menimbulkan korban,” pungkasnya.



















