METRO PKY ONLINE – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang belakangan mencapai kisaran Rp18.000 per dolar AS menjadi perhatian Pemerintah Kota Palangka Raya. Meski dipicu faktor eksternal yang berada di luar kendali daerah, kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan ekonomi nasional dan global untuk mengantisipasi dampaknya terhadap kondisi ekonomi lokal.
Menurutnya, langkah yang dapat dilakukan pemerintah daerah saat ini adalah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mengendalikan inflasi agar tidak membebani masyarakat.
“Pelemahan rupiah merupakan faktor eksternal yang tidak bisa kita kendalikan. Namun yang bisa kita lakukan adalah menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mengendalikan inflasi agar dampaknya tidak terlalu dirasakan masyarakat,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pengeluaran rumah tangga diharapkan lebih difokuskan pada kebutuhan yang bersifat prioritas dan produktif.
“Dalam situasi seperti ini, masyarakat perlu menyesuaikan pengeluaran sesuai kebutuhan. Kita lebih ke arah safety, mengamankan kondisi,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Palangka Raya dalam waktu dekat akan menggelar High Level Meeting (HLM) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pertemuan tersebut akan membahas berbagai strategi pengendalian inflasi serta upaya menjaga kestabilan harga barang kebutuhan pokok.
Melalui forum tersebut, TPID akan menyusun sejumlah rekomendasi dan langkah teknis yang dapat diterapkan apabila terjadi gejolak harga di pasar.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan operasi pasar untuk menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditas strategis yang dibutuhkan masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk distributor dan instansi terkait, guna memastikan distribusi bahan pokok tetap berjalan lancar.
Achmad Zaini berharap berbagai langkah antisipatif tersebut mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah sehingga dampak tekanan ekonomi global tidak terlalu memengaruhi kondisi masyarakat di Kota Palangka Raya.
“Yang terpenting saat ini adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau,” pungkasnya.


















