METRO PKY ONLINE – PMKRI Cabang Palangka Raya Sanctus Dionisius bersama BEM FISIP, BEM FKIP, dan Keluarga Mahasiswa Katolik Santo Thomas Aquinas Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter Menolak Punah.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi mahasiswa dalam meningkatkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan, khususnya krisis limbah yang semakin meningkat di tengah masyarakat modern.
Ketua PMKRI Cabang Palangka Raya, Matius Valentino Jehatut mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang edukasi dan refleksi kritis bagi mahasiswa mengenai dampak pola hidup konsumtif terhadap lingkungan.
Menurutnya, industri fashion modern menjadi salah satu penyumbang limbah yang cukup besar, terutama dari penggunaan bahan sintetis yang menghasilkan mikroplastik.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa pakaian modern berbahan sintetis berpotensi menghasilkan mikroplastik yang dapat mencemari sungai dan laut, bahkan kembali masuk ke tubuh manusia melalui rantai makanan,” ujar Matius, Minggu (24/5/2026).
Ia menjelaskan, persoalan limbah tekstil yang sulit terurai serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah menjadi isu serius yang perlu mendapat perhatian bersama.
Dalam diskusi tersebut, para pemantik juga menyampaikan bahwa minat mahasiswa terhadap isu lingkungan terus meningkat seiring semakin nyata dampak perubahan iklim, pencemaran, hingga bencana ekologis.
Film dokumenter Menolak Punah dipilih sebagai media edukasi visual yang dinilai efektif membangun kesadaran kritis mahasiswa melalui diskusi terbuka.
“Kami dari empat organisasi mahasiswa mendorong lahirnya solusi konkret, seperti membangun budaya memilah sampah di lingkungan kampus, mengurangi penggunaan produk sekali pakai, meningkatkan kesadaran konsumsi pakaian secara bijak, serta memperkuat edukasi lingkungan di kalangan generasi muda,” katanya.
Mahasiswa juga diajak belajar dari negara seperti Jepang, Swedia, dan Korea Selatan yang dinilai berhasil mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis disiplin, daur ulang, dan energi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton krisis lingkungan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan bumi.
Keluarga Mahasiswa Katolik Santo Thomas Aquinas UPR menambahkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh generasi muda yang ingin menolak kepunahan bumi akibat krisis lingkungan.



















