METRO PKY ONLINE – Seorang perempuan dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di perairan Sungai Kahayan, kawasan Kampung Ponton, Jalan Rindang Banua, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Sabtu (30/5/2026) petang.
Informasi hilangnya korban segera menarik perhatian warga sekitar dan relawan kemanusiaan yang berdatangan ke lokasi untuk membantu pemantauan di sekitar area kejadian.
Koordinator Lapangan Emergency Response Palangka Raya, Muhammad Ammy, mengatakan laporan awal diterima sekitar pukul 18.00 WIB. Namun karena kondisi sudah memasuki malam hari, tim gabungan belum dapat melakukan operasi pencarian di sungai sesuai prosedur yang berlaku.
“Tim Basarnas, BPBD, dan relawan mengikuti standar operasional yang telah ditetapkan. Untuk pencarian di sungai dilakukan pada waktu yang telah ditentukan demi keselamatan petugas,” ujarnya.
Menurutnya, pada malam hari petugas hanya melakukan survei lokasi dan pemetaan kondisi lapangan sebagai persiapan pelaksanaan operasi pencarian pada keesokan harinya.
Kondisi minim pencahayaan di sekitar lokasi kejadian juga menjadi salah satu pertimbangan utama tidak dilaksanakannya penyisiran pada malam hari. Meski demikian, sejumlah warga masih terlihat berada di sekitar lokasi sambil berharap korban segera ditemukan.
Muhammad Ammy menjelaskan bahwa operasi pencarian akan dilaksanakan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, relawan, dan unsur terkait lainnya pada Minggu pagi.
“Jika korban belum ditemukan hingga malam, maka pencarian akan dilanjutkan pada pagi hari dengan melibatkan seluruh unsur yang tergabung dalam tim SAR,” katanya.
Hingga Sabtu malam, identitas lengkap korban maupun penyebab pasti kejadian masih belum dapat dipastikan. Keterangan yang diperoleh dari sejumlah saksi di lapangan masih beragam sehingga memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Petugas juga masih mengumpulkan informasi terkait kronologi kejadian guna mendukung proses pencarian dan penanganan lebih lanjut.
Masyarakat yang berada di sekitar bantaran Sungai Kahayan diimbau untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama pada malam hari maupun saat kondisi arus sungai berubah.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian dan tim gabungan dijadwalkan memulai operasi pencarian pada Minggu pagi dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi korban diduga hilang.



















